MPASI, Makanan Padat Pertamaku ^_^

Makanan Pendamping ASI (MPASI)

bubur bayi

Memperkenalkan makanan pertama kepada bayi merupakan pengalaman yang sangat istimewa, dan kebanyakan para ibu ingin melakukannya sendiri saat memberikan MPASI pertama kepada bayinya.

Memperkenalkan Makanan Padat

Dari sejumlah penelitian makanan padat sebaiknya dikenalkan pada bayi saat ia berusia 6 bulan. Karena di usia 6 bulan, sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh anak relatif sudah sempurna dan siap untuk menerima makanan padat. Hal ini untuk menghindari resiko terkena alergi makanan.

Di 6 (enam) bulan pertama, bayi mempelajari cara untuk menyusu pada ibunya atau menghisap dari botol susu. Saat memasuki usia 6 bulan, bayi akan mempelajari keahlian baru, mulai dari belajar mendorong makanan di rongga mulut dengan lidahnya hinga masuk ke bagian belakan mulut lalu menelan. Momen tersebut merupakan pengalaman yang sangat baru dan luar biasa bagi si kecil.

Jika pengenalan makanan padat terlambat (usia >6 bulan), maka beberapa bayi seringkali kesulitan untuk belajar menelan dan mengunyah makanannya.

My First Food, Thanks Mom

Makanan pertama terbaik untuk bayi

Makanan padat pertama yang diberikan kepada bayi haruslah mudah dicerna, dan bukan makanan yang mempunyai resiko alergi yang tinggi. Jangan menambahkan gula atau garam pada makanan bayi! Biarkan rasanya hambar, dan bayi akan merasakan rasa asli dari makanan tersebut. Garam dapat mengancam ginjal bayi. Sedangkan gula akan membuat bayi menyukai makanan manis & merusak giginya.

Pada awal pertama pemberian bayi berikan bubur beras dengan 1 macam sayuran atau 1 macam buah. Kenalkan satu persatu jangan dicampur, biarkan bayi mengenal rasa terlebih dahulu.

Sayuran Pertama: wortel, kentang, lobak, labu parang, ubi merah, segala macam ubi-ubian, kacang polong, brokoli, kembang kol.

Buah-buahan pertama: apel, pear, pisang, pepaya, alpukat.

Tepung beras: campurkan tepung beras dengan air/kaldu/ASI/susu formula. Tepung beras sangat mudah dicerna dan rasa susu merupakan rasa transisi dari ASI/SUFOR.

Daging: daging giling yang dimasak matang dapat diperkenalakan sebagai MPASI pertama bayi, meski demikian secara umum kebutuhan protein sudah dapat terpenuhi dai ASI/Sufor nya.

Makanan yang perlu dihindari di awal pemberian MPASI: dairy product  (yogurt, keju, dsb), telur, gandum, barley, oat, madu, kerang, ikan, kacang-kacangan (almond, kacang tanah,dsb), daging/ikan asap, buah beraoma tajam (strawberry, lemon).

Waktu pemberian MPASI

Berikan di waktu yang nyaman untuk bayi dan ibunya. Jika memungkinkan,berikan MPASI pada waktu yang sama setiap harinya. Tujuannya agar terbentuk suatu pola/kebiasaan.

Terkadang diperlukan pemberian sedikit ASI/SUFOR sebelum memberikan MPASI; sehingga bayi tidak terlalu kelaparan yang akan membuatnya marah/frustasi.

Di awal pemberian ASI, hanya diperlukan sedikit saja makanan padat, misal 2-3 sendok kecil penuh. Dimulai dari 1 kali/hari (misal pada saat makan siang), kemudian dapat ditingkatkan menjadi 3 (tiga) kali sehari.

Penting dingat:

  1. ukur suhu makanan sebelum diberikan pada bayi
  2. dudukan bayi di pangkuan atau kursi bayi
  3. ajaklah bicara pada saat diberi makan
  4. senyum & eksperikan senangkan makan!

Apabila si kecil menolak MPASI

Bukan suatu masalah besar jika bayi menolak suapan anda, cobalah berikan MPASI beberapa hari kemudian. Atau siapakan makanan saring (Puree) yang lebih encer sehingga memudahkan bayi untuk menelan.

Jika bayi hanya sedikit makan MPASI, janganlah memaksanya, buatlah kegiatan makan menjadi acara yang menyenangkan.

HIGIENIS

Anda harus menjaga benar kebersihan dalam menyiapkan MPAS & tempat penyimpanannya, karena bayi sangat mudah keracunan makanan. Sendok makan bayi harus disterilisasi sampai bayi berusia 9 bulan. Akan tetapi saat abyi sudah belajar merangkak dan memasukkan benda ke dalam mulutnya, proses sterilisasi botol susu & peralatan makan sudah tidak terlalu penting.

Cara memasak MPASI

Rebus: gunakanlah sedikit air saat merebus. Hati-hati jangan sampai merebus sayur atau buah terlalu lama (over cook). Tambahkan ASI/susu secukupnya di akhir (jangan ikut di panaskan.

Untuk membuat puree encerkan lagi dengan ASI/Susu/air matang secukupnya

Kukus: Cara ini sangat ideal untuk menjaga rasa & vitamin dalam sayuran/buah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: